NADIKABAR.COM β€” Apple secara agresif menimbun pasokan komponen, khususnya memori komputer, hingga nilainya melonjak 31,1 persen mencapai 14,54 miliar dolar AS (Rp263 triliun) pada kuartal keempat tahun ini.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Senin (2/11) waktu setempat, langkah penimbunan besar-besaran ini diambil perusahaan guna mengamankan rantai pasok sekaligus meredam lonjakan harga komponen memori di pasar global yang melambung tinggi.

Berdasarkan laporan keuangan kuartalan terbaru, peningkatan persediaan barang tersebut melonjak signifikan dari kuartal ketiga yang berada di angka 11,09 miliar dolar AS (Rp201 triliun).

Jika dibandingkan dengan periode kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,72 miliar dolar AS (Rp103 triliun), persediaan komponen Apple tercatat mengalami lonjakan hingga 154,3 persen secara tahunan.

​Chief Executive Officer (CEO) Apple John Ternus mengonfirmasi bahwa lonjakan biaya komponen memori saat ini berada pada tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diproyeksikan masih akan terus berlanjut.

Untuk mengantisipasi kelangkaan dan tren kenaikan harga tersebut, Apple mendongkrak kewajiban pembelian barang hasil produksi hingga sebesar 33 miliar dolar AS (Rp598 triliun) sepanjang periode Juni hingga September.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Apple Sabih Khan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian kenaikan harga jual pada lini perangkat Apple mendatang guna meredam tingginya biaya produksi.

Di sisi lain, keterbatasan pasokan komponen memori ini turut berdampak langsung pada penjualan lini tablet iPad yang terkoreksi 10 persen secara tahunan menjadi 6,2 miliar dolar AS (Rp112 triliun), meleset dari estimasi para analis sebesar 6,7 miliar dolar AS (Rp121 triliun).

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha