Menanggapi hal itu, Taruna menegaskan kemajuan sektor obat dan makanan tak bisa dikerjakan pemerintah sendirian. Konsep ABG dihadirkan untuk menyatukan akademisi (peneliti), dunia usaha (investasi dan industri), serta pemerintah (regulasi dan perlindungan).

Ketiganya harus bergerak beriringan agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan masuk ke ranah industri tanpa mengabaikan aspek keamanan, khasiat, dan mutu.

"ABG bukan sekadar konsep kolaborasi, tetapi sebuah ekosistem. Akademisi melahirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha melakukan hilirisasi, sementara pemerintah memastikan regulasi memberikan perlindungan sekaligus membuka ruang inovasi," jelas Taruna.

Transformasi BPOM kini diarahkan agar diperhitungkan di tingkat global. Langkah ini dilakukan lewat penguatan standar, kualitas SDM, pemanfaatan teknologi, hingga regulatory science.