NADIKABAR.COM — Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menyatakan di kawasan Asia Tenggara, pengembangan bahan bakar nabati berbasis sawit dinilai terbukti efektif mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Wakil Ketua Umum Aprobi, Catra Aradea de Thouars menyebutkan pasar energi global saat ini tengah menghadapi tantangan dalam menjaga kedaulatan energi sembari menekan emisi karbon.
Di Asia Tenggara, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa,l kemajuan Indonesia terlihat nyata. Indonesia mempelopori mandatori pencampuran tinggi melalui transisi dari B40 menuju B50, sementara Malaysia dan Thailand turut memperluas program domestik mereka,.