NADIKABAR.COM — Di balik rimbunnya hutan Cagar Alam Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kawasan Gunung Tangkil menyimpan jejak peradaban purbakala yang memikat para peneliti. Salah satu temuan penting yang tercatat dalam kajian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) tersebut adalah keberadaan arca-arca batu kuno.
Sejumlah artefak arca batu yang dievakuasi dari kawasan Gunung Tangkil tersebut saat ini diketahui telah diamankan dan disimpan di Museum Prabu Siliwangi yang berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Al-Fath, Kota Sukabumi, guna menjaga keutuhan benda dari ancaman kerusakan maupun penjarahan.
Namun, keberadaan benda bersejarah yang berada di luar situs aslinya memicu perhatian komunitas adat dan budayawan Sunda. Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, berharap seluruh artefak seperti arca maupun temuan lainnya tetap dipertahankan di kawasan Gunung Tangkil.
"Besar harapan kami agar arca atau benda-benda temuan lainnya tetap berada di tempat aslinya di kawasan Gunung Tangkil. Tinggalan tersebut merupakan satu kesatuan lanskap sejarah yang tidak boleh terpisahkan dari situs asalnya," ujar Firman usai melakukan pertemuan lapangan bersama pegiat kebudayaan Sunda, Rabu (26/8/2026).
Menurut Firman, keberadaan artefak di lokasi asli (in situ) sangat krusial guna memperkuat pembuktian sejarah serta mempercepat legalitas kawasan di mata pemerintah.