NADIKABAR.COM β€” Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mendorong percepatan kesiapan arena PON XXII/2028 di tengah peringatan KONI Pusat bahwa lokasi pertandingan yang tidak memenuhi standar kelayakan berpotensi dipindahkan.

β€œPersiapan PON harus mencakup lima target keberhasilan, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, ekonomi, dan pariwisata,” kata Melki saat melepas Tour de EnTeTe 2026 di Kabupaten Malaka, Rabu.

NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 dengan dukungan DKI Jakarta sebagai daerah penopang penyelenggaraan.

Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Suwarno sebelumnya mengingatkan bahwa calon arena pertandingan yang tidak memenuhi standar kelayakan dapat dipindahkan ke lokasi lain berdasarkan evaluasi teknis.

Pada Oktober 2026, KONI meninjau sejumlah calon arena di NTT, antara lain fasilitas kriket di Kabupaten Kupang, aeromodelling di Kabupaten Alor, serta arung jeram dan stadion sepak bola putri di Kabupaten Ende.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi fasilitas, kebutuhan pembangunan maupun renovasi, serta kesiapan daerah.

Dalam rencana pembagian cabang olahraga PON XXII/2028, NTT mendapat alokasi 22 cabang olahraga. Namun, penetapan lokasi pertandingan masih bergantung pada kesiapan fasilitas.

Melki menekankan bahwa persiapan PON membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten, KONI, organisasi cabang olahraga, dan masyarakat.

Menurut dia, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya mencakup fasilitas pertandingan, tetapi juga pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterlibatan masyarakat.

Ia berharap PON 2028 turut menggerakkan perekonomian NTT melalui sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melki juga memandang Tour de EnTeTe sebagai momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menyambut berbagai agenda olahraga nasional, termasuk PON XXII/2028.