Penjelasan Tafsir: Kata As-Shamad memiliki arti Maha Sempurna dan tempat tumpuan seluruh makhluk untuk menggantungkan harapan serta memohon hajat. Tidak ada satu pun ciptaan di alam semesta yang dapat berdiri sendiri tanpa membutuhkan bantuan dan rahmat dari Allah SWT. Allah SWT adalah Maha Pencipta, Maha Kaya, dan Maha Kuasa.

3. Ayat 3: Murni dari Sifat Kemakhlukanู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูุฏู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠููˆู„ูŽุฏู’

Artinya: "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

Penjelasan Tafsir: Ayat ini menyucikan Allah dari sifat-sifat fisik kemakhlukan. Allah tidak melahirkan keturunan dan tidak pula dilahirkan dari orang tua. Hal ini membantah keyakinan keliru orang Yahudi yang meyakini Uzair sebagai putra Allah SWT, orang Nasrani yang meyakini Nabi Isa AS sebagai putra Allah SWT, dan orang musyrik Arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah SWT.

4. Ayat 4: Tiada Tandingan dan KesetaraanูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู† ู„ูŽู‘ู‡ู ูƒููููˆู‹ุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

Latin: Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Artinya: "Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."