Kemungkinan deportasi ke Pakistan memicu kekhawatiran kelompok pembela hak dan keluarga para pengungsi mengenai keselamatan mereka serta risiko akhirnya dikembalikan ke Afghanistan.

AfghanEvac, organisasi yang mengadvokasi pengungsi Afghanistan, mengkritik rencana deportasi yang dilaporkan tersebut dalam pernyataan pada Jumat.

Kelompok itu menuduh pemerintahan Trump menyiapkan penerbangan tersebut ketika perhatian publik tertuju pada pemilu sela AS yang akan datang.

"Kami berharap tidak ada yang memperhatikan," kata AfghanEvac, menurut media tersebut.

"Pemerintah tidak akan mengatakan ke mana penerbangan-penerbangan ini mendarat karena mereka tahu apa yang terjadi kepada orang-orang di dalamnya setelah mereka tiba," kata kelompok itu.