NADIKABAR.COM — Para politisi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengurangi intensitas sinar matahari (solar dimming) menggunakan teknologi rekayasa iklim berskala besar demi menanggulangi krisis pemanasan global.
Teknologi rekayasa iklim yang dimaksud adalah solar geoengineering atau pengelolaan radiasi surya, demikian laporan Politico pada Rabu (23/9) dengan mengutip dua mantan pejabat pemerintah.
Namun, para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi serta berpotensi mengubah pola cuaca alami di berbagai wilayah.