Sebelumnya, pada Senin (2/11) waktu setempat, media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan setidaknya lima ledakan terdengar secara beruntun di Pulau Qeshm. Sejumlah penduduk pulau tersebut mengakui melihat dua pesawat terbang di langit wilayah tersebut.
WSJ melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan yang telah dilancarkan AS dalam beberapa pekan terakhir.
Secara terpisah, media terkemuka AS lainnya, Fox News, menyampaikan laporan serupa. Disebutkan oleh Fox News, dalam laporannya yang juga mengutip para pejabat Washington, bahwa serangan tersebut bersifat defensif dan merupakan tanggapan atas tindakan Iran menembaki sebuah pesawat militer AS di kawasan.
Beberapa pekan terakhir, Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali menyerang Iran setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan 3 November pekan ini. Namun, usai berpidato dalam rangkaian akhir kampanye pemilu sela di Washington DC, Trump mengindikasikan kemungkinan perubahan sikap.