Namun, laporan itu menyebut belum dapat dipastikan apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui serangan tersebut.
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Awal bulan ini, ia mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu karena kedua negara sedang menjalani "pembicaraan yang produktif".
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer yang "mungkin ada atau mungkin tidak ada".
Pejabat itu menambahkan bahwa Trump tetap mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.