"Sekarang saya harus mengambil keputusan: Apakah Iran akan menandatangani kesepakatan, atau negara itu tidak akan ada lagi," ucap Presiden AS itu.
Axios melaporkan bahwa para pemimpin Saudi dan Qatar mendesak Trump, pada awal Agustus, untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran yang mencakup serangan terhadap infrastruktur energi Iran, karena khawatir akan adanya pembalasan yang menargetkan fasilitas minyak dan gas mereka.
Para pejabat AS mengatakan bahwa desakan semacam itu menjadi faktor kunci dalam keputusan Washington beralih menempuh jalur tekanan ekonomi.
Laporan Axios juga menyebutkan bahwa AS membutuhkan izin Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan tersebut bagi operasi tempur besar-besaran terbaru, namun kecil kemungkinannya Riyadh akan menyetujui tanpa adanya jaminan untuk melindungi fasilitas minyaknya.
Belum ada tanggapan langsung Pentagon atau Pusat Komando AS atas laporan tersebut.
AS Kirim Satu Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah