Walaupun beberapa tokoh dalam pemerintahan menyebut perang ini pada dasarnya telah dimenangkan, Trump bersikap lebih berhati-hati dalam pernyataan-pernyataan terakhirnya. Dia tidak menyatakan kemenangan secara eksplisit dan justru mengatakan AS masih memiliki urusan yang belum selesai di negara tersebut.

Di balik layar, Trump juga meragukan pandangan beberapa pihak luar yang menyarankannya untuk sekadar menarik pulang pasukan AS dan melupakan konflik tersebut. Menurut Trump, langkah semacam itu akan terlihat seperti sebuah kekalahan.

Selama beberapa minggu terakhir, para penasihat Gedung Putih telah mengadakan serangkaian pertemuan untuk membahas berbagai opsi terkait Iran. Meskipun Trump secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak akan mengambil tindakan baru sebelum pemilihan paruh waktu, beberapa penasihat mengatakan secara pribadi bahwa mereka tidak mengetahui apakah pernyataan tersebut bersifat final atau dapat berubah sebelum hari pemilihan.

Salah satu sumber mengungkapkan Trump telah memerintahkan militer untuk menyusun paket serangan tambahan terhadap target-target Iran serta mempertimbangkan penggunaan MOAB. Sumber yang sama menyebutkan serangan tersebut direncanakan berlangsung sebelum penarikan mundur pasukan AS di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).

Sumber kedua mengatakan rencana militer untuk menyerang situs nuklir Iran, termasuk lokasi yang dikenal sebagai 'Pickaxe Mountain', secara eksplisit mencakup penggunaan bom MOAB. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump berulang kali mengancam akan menyerang lokasi yang diyakini oleh AS dan Israel sebagai lokasi penyimpanan komponen program nuklir Tehera.

Kini, muncul pertanyaan apakah MOAB merupakan amunisi yang efektif untuk digunakan terhadap fasilitas nuklir Iran maupun situs-situs lain yang terletak jauh di bawah permukaan tanah. Meskipun bom berpemandu GPS ini mampu menghancurkan area seluas sembilan blok kota, menurut sejumlah sumber, bom tersebut kemungkinan tidak memiliki kemampuan untuk menembus cukup dalam ke bawah permukaan guna menghancurkan fasilitas nuklir yang dicurigai berada di 'Pickaxe Mountain' yang diyakini diperkuat oleh lapisan batu granit.