NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran dalam waktu singkat setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November.

The Atlantic dengan mengutip sejumlah penasihat presiden AS, Senin, melaporkan bahwa Trump dalam beberapa pekan terakhir telah mempelajari berbagai opsi tindakan lanjutan terhadap Teheran, termasuk kemungkinan melancarkan operasi militer baru untuk mendorong dimulainya kembali perundingan.

Namun, keputusan akhir mengenai langkah tersebut belum diambil, menurut laporan itu.

Menteri Perang AS Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan turut membahas sejumlah kemungkinan skenario pada pekan lalu.

Opsi yang dipertimbangkan mencakup serangan militer yang berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa pekan, mempertahankan blokade laut AS di Selat Hormuz, serta melanjutkan tekanan diplomatik terhadap Teheran tanpa kembali melancarkan serangan.

Salah satu skenario mencakup operasi selama beberapa hari yang menargetkan program nuklir Iran.

Sementara itu, operasi militer yang lebih panjang dapat mencakup serangan terhadap fasilitas pertahanan udara dan infrastruktur yang digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan telah mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.

Dalam surat tersebut, Vance mengusulkan dimulainya kembali perundingan langsung serta menekankan perlunya membahas program nuklir Iran sejak awal proses negosiasi, menurut The Atlantic.

Para mediator yang menyampaikan surat tersebut juga mengusulkan agar pertemuan digelar paling cepat pekan ini. Waktu tersebut kurang lebih bertepatan dengan perkiraan waktu ketika Trump akan mengambil keputusan mengenai kemungkinan tindakan militer lanjutan.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan