NADIKABAR.COM — Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah merundingkan kesepakatan militer dengan Venezuela yang berpotensi membuka jalan bagi penempatan pasukan AS dalam jangka panjang di negara Amerika Selatan tersebut.
Kabar mengenai negosiasi tersebut dilaporkan oleh surat kabar AS, The New York Times, pada Selasa (3/11).
Mengutip keterangan sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Departemen Luar Negeri AS saat ini tengah berunding dengan pejabat Venezuela mengenai Perjanjian Status Pasukan (Status of Forces Agreement/SOFA).
Perjanjian tersebut bertujuan untuk membentuk "kerangka hukum" bagi militer AS dalam melaksanakan sejumlah kegiatan yang disepakati kedua belah pihak, seperti kunjungan kapal perang, program pelatihan, latihan militer bersama, dan misi bantuan kemanusiaan.
Terkait rincian teknis penempatan pasukan, termasuk jumlah personel maupun lokasi penugasan akan ditetapkan melalui perjanjian lanjutan di masa mendatang.
Meskipun demikian, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa rencana pendirian pangkalan militer AS secara permanen di Venezuela masih "sangat jauh dari pembahasan" dan saat ini belum terdapat pembicaraan terkait hal itu antara kedua negara.
Pada 3 Januari lalu, AS melancarkan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Pasca penangkapan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan "mengelola" Venezuela beserta aset minyak negara tersebut selama masa transisi kekuasaan.
Dua hari setelah penangkapan Maduro, Wakil Presiden Venezuela saat itu, Delcy Rodriguez, secara resmi dilantik sebagai presiden sementara (interim) di hadapan Majelis Nasional Venezuela.
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman