Disebutkan bahwa serangan-serangan tersebut "digagalkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan Teluk".
Arab Saudi telah merespons dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, namun gagal menghentikan laju pergerakan mereka.
Kelompok Houthi menyatakan telah merespons serangan Saudi baru-baru ini dengan melancarkan "dua operasi militer yang sukses menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di Telegram.
"Serangan pertama menyasar lokasi-lokasi vital di ibu kota Saudi, Riyadh, dan serangan kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu."