NADIKABAR.COM — Amerika Serikat dilaporkan mendukung mantan perdana menteri Hungaria, Viktor Orban, untuk maju sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menyusul kebuntuan dalam proses pemilihannya di Dewan Keamanan.

Wall Street Journal (WSJ) dengan mengutip sumber melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mendukung Orban untuk maju sebagai calon Sekjen PBB meski keputusan akhirnya masih ditunggu.

WSJ bahkan mengeklaim Rusia dan China siap mendukung Orban. Harian AS itu menyebut suatu usulan di DK PBB pasti akan tercapai jika AS, Rusia, dan China sama-sama menyepakatinya.

Sumber di kalangan Departemen Luar Negeri AS memperkirakan Orban bisa mendapat 10 hingga 15 suara dukungan di DK PBB.

Terlebih, Inggris dan Prancis cenderung lebih berhati-hati untuk menggunakan hak veto mereka, kata WSJ.

Menyusul pemungutan suara keenam untuk posisi Sekjen PBB di DK PBB, seorang sumber mengkonfirmasi kepada RIA Novosti bahwa masih belum ada calon yang lolos dari veto anggota tetap DK PBB.

Kelima anggota tetap DK PBB yaitu Rusia, AS, Inggris, Prancis, dan China.

Salah satu calon yang diunggulkan, mantan wakil presiden Costa Rica dan kepala Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) Rebeca Grynspan, terhalang veto dari dua anggota tetap DK PBB yang menentang pencalonannya.

Figur lainnya yang bersaing untuk posisi Sekjen PBB yaitu Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana, Rafael Grossi dari Argentina, dan Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador.

Selain itu, ada pula Olara Otunnu dari Uganda, Yvonne Baki dari Ekuador, dan Lana Nusseibeh dari Uni Emirat Arab.

Diketahui masa jabat kedua dan terakhir Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Penerjemah: Nabil Ihsan