NADIKABAR.COM — Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Markwayne Mullin memutuskan untuk menangguhkan program bebas visa bagi warga negara China yang ingin mengunjungi Kepulauan Mariana Utara.
"Pemberitahuan ini mengumumkan keputusan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS untuk menangguhkan Program Otorisasi Perjalanan Keamanan dan Vitalitas Ekonomi di Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara. Program tersebut memungkinkan warga negara China, yang telah melalui pemeriksaan awal, untuk melakukan perjalanan ke Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara tanpa visa untuk kunjungan sementara di bawah kondisi tertentu," bunyi pemberitahuan tersebut, Senin (26/10).
Menurut pihak berwenang AS, program tersebut diduga dapat digunakan untuk spionase dan kegiatan yang disebut "wisata kelahiran".
Keputusan itu diperkirakan akan mulai berlaku pada 30 Oktober 2026.
Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara adalah wilayah AS yang tidak termasuk dalam negara bagian mana pun maupun Distrik Columbia.
Sebelumnya, di bawah program khusus yang dibentuk saat pemerintahan Joe Biden, warga negara China dapat mengunjungi Kepulauan Mariana Utara tanpa visa selama maksimal 14 hari.
Penerjemah: Fransiska Ninditya