NADIKABAR.COM — Sedikitnya 18 tersangka dalam kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise telah diterbangkan ke Florida, Amerika Serikat (AS), untuk ditahan dan menjalani persidangan.

Moise tewas dalam usia 53 tahun setelah ditembak mati di kediaman pribadinya, pada 7 Juli 2021 lalu, oleh sekelompok tentara bayaran asal Kolombia. Para pelaku dalam pembunuhan Moise berjumlah sekitar 20 orang dan terlatih secara militer. Tim pengawal kepresidenan Haiti tidak melakukan tindakan apa pun untuk melindungi Moise saat pembunuhan terjadi.

"Penangkapan yang dilakukan di berbagai lokasi dan melibatkan lingkup internasional hari ini menegaskan kembali komitmen berkelanjutan FBI (Biro Investigasi Federal) untuk membawa semua pihak yang terlibat dalam persekongkolan ini ke hadapan hukum," kata agen khusus FBI, Breet Skiles, dalam pernyataannya via media sosial X, seperti dilansir AFP, Senin (21/9/2026).

Dalam postingan yang sama, jaksa federal AS Jason Reding Quinones mengumumkan bahwa: "Sebanyak 18 orang diterbangkan menggunakan pesawat militer dari Haiti untuk menghadapi proses hukum Amerika di Distrik Selatan Florida."