Target 2027, menurut para analis, lebih merupakan tolak ukur kesiapan militer China ketimbang tenggat waktu untuk melancarkan invasi. Selama bertahun-tahun, target ini menciptakan rasa urgensi di sejumlah pemerintahan Amerika dalam menghadapi China di kawasan Asia-Pasifik.

Komunitas intelijen Amerika sebelumnya juga telah mengisyaratkan kehati-hatian China. Dalam penilaian ancaman tahunannya pada Maret, badan intelijen Amerika mengatakan China, setidaknya saat itu, tidak memiliki rencana untuk menginvasi Taiwan pada tahun berikutnya. Beijing juga masih lebih memilih merebut kendali atas Taiwan tanpa menggunakan kekuatan, jika memungkinkan.

Amerika Serikat merupakan pelindung sekaligus pemasok senjata terbesar Taiwan. Washington resminya tidak mengakui Republik China di Taipei, meski pula menolak penggabungan dengan China daratan. AS dan Taiwan hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Para pejabat Amerika memberikan penilaian berbeda mengenai sejauh mana China akan menjadikan hasil pemilihan presiden AS pada 2028 sebagai pertimbangan dalam menentukan tindakan militer.

Tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Beijing mungkin juga ingin menilai hasil pemilu Amerika, terutama karena semakin banyak pemilih Amerika yang tidak menyukai intervensi militer di luar negeri.

Namun pejabat Amerika pertama mengatakan Beijing memandang Partai Demokrat dan Partai Republik pada dasarnya memiliki posisi yang sejalan mengenai Taiwan.

"China mungkin memiliki preferensi dalam pemilu Amerika 2028. Tapi menurut saya, itu tidak akan menjadi faktor penentu sebesar 15 tahun lalu," ujar pejabat tersebut.

Presiden Amerika Donald Trump selama masa kepresidenannya mengecilkan kemungkinan China menginvasi Taiwan. Tahun lalu, dia bahkan mengatakan Xi telah memberikan jaminan pribadi untuk tidak menginvasi Taiwan selama Trump masih menjabat.

Setelah menjamu Xi di Washington pekan lalu, Trump hanya memberikan sedikit komentar mengenai Taiwan. Dia mengatakan isu Taiwan sempat dibahas dalam pertemuan mereka dan Xi memahami posisi Amerika.

China menyebut Taiwan sebagai isu terpenting dalam persoalan kedaulatan dan keutuhan wilayah.