Bagi Claudia, ekosistem AI di dunia tumbuh kian masif dan semua orang berlomba membuat fitur yang canggih. Semuanya disesuaikan dengan preferensi pengguna dan hasilnya dirangkum dalam satu informasi lengkap.

Sayangnya, ia menilai masih sedikit pihak yang berkontribusi dalam membangun infrastruktur yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna saat memakainya.

"Sepengetahuanku, sudah banyak start up di Indonesia, tapi, belum begitu banyak start up yang membangun infrastruktur,” kata dia.

Dia membangun Riley menjadi sebuah infrastruktur pusat dari aplikasi Model Bahasa Besar (LLM) seperti ChatGPT dan Gemini.

Upaya itu menjadi cara Claudia menumbuhkan kepercayaan pelanggan serta menunjukkan seorang perempuan dapat berkompeten dan memberikan sumbangsih nyata terhadap bidang yang didominasi talenta laki-laki.

Ketekunannya pun membuahkan hasil. Kini, Riley AI telah masuk ke pasar internasional, dengan pengguna jasanya kebanyakan berkecimpung di bidang teknologi dan finansial dari Amerika Serikat, Eropa, Republik Ceko hingga Indonesia.