Selain dari SM Cahaya Hati, ada juga anak-anak dari Pondok Pesantren (PP) Ashiddiqiyah, PB IKLAS, dan Yayasan Rumah Pendidika Islam (RPI). Mereka sama-sama menyuarakan harapan Garuda bisa terbang tinggi meraih prestasi terbaik di kompetisi negara-negara Asia Tenggara ini.

Sepanjang kompetisi, Murtadho bersama anak-anak lain riuh menyuarakan dukungan untuk Timnas. Meski begitu, para calon Garuda Muda ini sangat patuh aturan untuk tidak nonton terlalu maju hingga pagar pembatas. Anak-anak tersebut juga tidak melontarkan kalimat yang bernada provokatif pada tim lawan.

Prestasi Timnas nyatanya memang tak membuat para penonton, termasuk anak-anak, bertindak ricuh. Para supporter keluar dengan tertib, sambil berharap Garuda Muda kembali meraih prestasi terbaik di putaran akhir FIFA ASEAN 2026. Jelang laga final, anak-anak pendukung Timnas Indonesia ini melangitkan doa agar Garuda benar-benar menggenggam juara.