Ikhsan menjelaskan, di tengah ketegangan geopolitik dan persaingan global untuk memperoleh minyak, gas, teknologi, serta sumber daya strategis, kualitas manusia menjadi salah satu modal utama yang menentukan kemampuan suatu negara mengelola kekayaan energinya.
βSumber daya terbesar suatu bangsa bukanlah yang berada di bawah tanah atau di dasar laut, melainkan yang ada di dalam diri manusianya. Inilah yang kita sebut sebagai human energy atau energi manusia,β ujarnya.
Dia menambahkan, ASCOPE perlu memperluas peran kerja sama regional, bukan hanya menghubungkan infrastruktur dan pasar energi, melainkan juga mengembangkan kapabilitas tenaga kerja di sektor tersebut.
Karena itu, dia mendorong pengembangan konsep Human Energy Security atau ketahanan energi manusia melalui empat prinsip, yakni availability (ketersediaan talenta), accessibility (akses terhadap kesempatan), affordability (keterjangkauan pendidikan dan pelatihan), serta acceptability (integritas, martabat, keselamatan, dan kesejahteraan).