Kedua fasilitas dermaga tersebut ditingkatkan untuk mendukung pelayanan kapal dengan kapasitas yang lebih besar sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan.
Dari sisi Pelabuhan Ketapang, Dermaga Ponton yang sebelumnya difungsikan sebagai daerah labuh jangkar memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal dengan kapasitas 500 GRT, dan saat ini ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas beban hingga 60 ton dengan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.
"Untuk Dermaga II Gilimanuk (Bali) sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal 2.000 GRT, ditingkatkan menjadi berkapasitas 60 ton, dengan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT," kata Heru.
Sementara General Manajer ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menambahkan pengerjaan peningkatan kapasitas kedua dermaga telah dimulai sejak Agustus 2026.