"Fokus kami saat ini adalah menjaga produktivitas kapal dan dermaga agar kendaraan yang telah antre dapat diseberangkan secara konsisten, dan seluruh armada yang siap operasi terus dioptimalkan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan perairan, dan pastinya keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan tidak dapat dikompromikan dalam setiap pengaturan operasional," ucap Windy.
Ia menambahkan, kepadatan kendaraan angkutan logistik yang masih terjadi merupakan akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya, sehingga proses penguraiannya membutuhkan waktu.
"Produktivitas penyeberangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan perairan, dinamika pasang surut, proses manuver dan sandar, siklus bongkar muat, serta kesiapan dermaga," kata Windy.