Windy menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap peningkatan kelancaran layanan di kawasan tersebut.

“Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik dalam penguatan kapasitas pelabuhan maupun pengelolaan lalu lintas menuju kawasan penyeberangan,” ujar Windy.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk pembenahan Dermaga Bulusan.

Penataan kawasan juga diarahkan pada penguatan konektivitas antara area Bulusan dan fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang sehingga pergerakan kendaraan dapat dikelola lebih efektif tanpa menambah beban lalu lintas di jalan raya.

Windy menambahkan, penataan kawasan yang terintegrasi menjadi penting mengingat Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu lintasan strategis yang menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik antara Jawa dan Bali.

“Dengan dukungan pemerintah dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan, kami berharap langkah-langkah yang disiapkan dapat meningkatkan kelancaran layanan, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sekaligus menjaga konektivitas Jawa–Bali,” tutup Windy.