Adapun menurut data awal ASEAN, nilai perdagangan barang dua arah antara ASEAN dan AS pada 2025 mencapai 550,5 miliar dolar AS, dengan investasi langsung dari AS di kawasan pada tahun yang sama mencapai 30 miliar dolar AS.

Rencana kerja ASEAN-AS tersebut menetapkan sejumlah sektor untuk pendalaman kerja sama, antara lain ekonomi digital, UMKM, fasilitasi perdagangan, hak kekayaan intelektual, standar, dan praktik regulasi yang baik.

Sektor-sektor lainnya yaitu ketenagakerjaan, pertanian, perlindungan konsumen dan persaingan usaha, serta manajemen perdagangan strategis.

Para menteri menekankan bahwa TIFA ASEAN-AS, yang sudah diteken sejak 2006, semakin relevan sebagai pondasi kunci dalam kerja sama ekonomi antara kedua pihak selama dua dasawarsa terakhir.

"Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya memastikan TIFA tetap relevan, tanggap, dan berwawasan ke depan, serta terus menyelaraskannya dengan prioritas ASEAN dan Amerika Serikat yang terus berubah," dalam pernyataan bersama itu.