NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa negara-negara di kawasan ASEAN dan Korea Selatan menargetkan peningkatan pertukaran wisatawan dua arah dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang melalui penguatan fasilitasi perjalanan dan peningkatan kualitas layanan pariwisata regional.

“Fokus kami beralih ke hasil nyata yaitu menguji coba inisiatif bersama, menstandarisasi kerangka kerja layanan regional, dan mengintegrasikan solusi digital di seluruh rantai nilai perjalanan pelanggan,” kata Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham dalam ASEAN-Korea Rountable In Tourism (AKRT) 2026 di Jakarta, Kamis.

Martini menyampaikan kerja sama tersebut diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan konektivitas dan pengalaman wisatawan di kawasan.

Target peningkatan pertukaran wisatawan tersebut juga sejalan dengan upaya Indonesia mengembangkan pariwisata berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inklusif, sebagaimana arahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.