Menurut dia tema Technocraft dirancang sebagai jembatan antara kekayaan kriya tradisional Indonesia dan kebutuhan industri modern.
βTeknologi ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing, presisi, dan nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya serta keterampilan tangan para perajin,β kata dia.
Ia menambahkan untuk memperkuat ekosistem tersebut, ASEPHI menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.
ASEPHI juga menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk sosialisasi merek dan Indikasi Geografis serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menghadirkan kembali ruang edukasi permainan tradisional anak Indonesia.
Pameran INACRAFT October 2026 terbuka untuk masyarakat umum pada pukul 10.00-21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35.000.
Selain menampilkan produk kriya unggulan, pameran ini menghadirkan sejumlah agenda, seperti Business Forum, Craft Talk, Workshop, Digital Lounge, Craft Experience, dan INACRAFT Appreciation Night.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi konsistensi ASEPHI menyelenggarakan INACRAFT selama lebih dari dua dekade.