"Setelah kita berkomunikasi dengan panitia lokal di athlete village, tampak tidak ada satupun panitia lokal yang dapat memberikan jawaban pasti kenapa bus menjemput kontingen Indonesia alami keterlambatan selama 41 menit," lanjutnya.

"Seperti kita ketahui, menunggu di bawah halte dengan fasilitas yang seadanya, kursi yang seadanya, tenda di luar hujan gerimis, atlet kita harus menunggu 41 menit."

"Kita sangat menyayangkan dan kita sudah komunikasikan ini ke pihak CdM dan NOC dan akan memberikan laporan resmi untuk dibahas di CdM meeting di kemudian hari," ujar Jeremy.

"Kami juga ucapkan berterima kasih atas koordinasi dengan tim CdM dan NOC yang melakukan respons dan solusi yang diberikan atas hambatan yang dialami Timnas," terang Jeremy.

"Fokus kami saat ini bertanding dan kami sangat sayangkan bahwa tuan rumah Jepang tidak bisa persiapkan hal-hal mendasar yang seharusnya sudah tidak menjadi masalah. Apalagi kita tahu, bagaimana sifat dasar atau kebiasaan orang Jepang terkait waktu, ketepatan waktu dan bagaimana mereka anti telat seperti yang kita mungkin pernah alami atau baca di sosial media," pungkasnya.