Ia mengatakan penyelenggaraan Aichi-Nagoya juga diwarnai kebangkitan luar biasa para atlet, persaingan dramatis hingga detik terakhir, serta kemunculan bintang-bintang muda yang mulai membangun prestasi di tingkat Asia.
Para atlet, menurut dia, telah menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas, termasuk ketika menghadapi cedera dan berbagai tantangan dalam perjalanan menuju podium.
Sejumlah atlet Indonesia turut menorehkan prestasi dan catatan sejarah selama kompetisi. Rahmat Erwin dari angkat besi mencatat total angkatan 366 kilogram dan menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram.
Dari panjat tebing, Desak Made mengukir rekor Asia nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik.