Dalam seleksi tersebut, peserta menjalani penilaian kemampuan teknis, meliputi menembak (shooting), mengumpan (passing), dan menggiring bola (dribbling).
Selain keterampilan teknis, pelatih dan pemantau bakat juga menilai kemampuan pemain dalam mengambil keputusan, membaca situasi pertandingan, serta menerapkan keterampilan dalam permainan.
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mencakup proses bermain, pemahaman taktik, dan respons pemain terhadap berbagai situasi di lapangan.
Pelatih Football Draft Combine 2026 Jakarta Aldi Iqbal Tawakal mengatakan kesempatan berkompetisi di lingkungan baru dapat membantu pemain muda mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
"Bagi pemain muda, kesempatan untuk berkompetisi di lingkungan baru dan menghadapi tantangan di luar rutinitas latihan merupakan pengalaman yang berharga. Dari situ, pemain bisa belajar menghadapi tekanan, membangun kepercayaan diri, dan memahami hal-hal yang perlu terus ditingkatkan," kata Aldi.