β€œHarapan kami adalah ruas jalan yang memang dipakai untuk berjalan ke tempat-tempat yang misalnya bandara, diberikan jalan yang lebih luas sehingga tidak sampai menimbulkan wisatawannya tidak bisa terbang,” katanya.

Winastra juga menilai, apabila situasi tersebut terus berlanjut, dampaknya terhadap kunjungan wisatawan akan sulit dipastikan.

Karena itu, ia berharap penanganan kemacetan dapat segera dilakukan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi industri pariwisata Bali.

Ia menyebut, biro perjalanan akan menjelaskan situasi tersebut kepada mitra di luar negeri sebagai kondisi di luar kendali atau force majeure, apabila keadaan memang memenuhi kriteria tersebut.

β€œHarapannya, hal ini jangan sampai terlalu lama agar kita juga bisa menyampaikan kepada partner di luar negeri bahwa situasi ini adalah force majeure,” katanya.

Menurut Winastra, keberlanjutan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh kelancaran akses dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali.

Karena itu, ia berharap penanganan kemacetan menjadi perhatian bersama agar aktivitas wisata tetap berjalan dan kepercayaan wisatawan terhadap Bali tetap terjaga.