Wisata batik memiliki potensi yang sangat besar karena batik bukan hanya produk budaya, tetapi, juga bagian dari pengalaman wisata.

Batik dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata budaya yang menghubungkan wisatawan dengan sejarah, proses produksi, kreativitas, kuliner, hingga kehidupan masyarakat lokal.

Selain itu, tren wisata saat ini semakin mengarah kepada pariwisata pengalaman, yaitu wisatawan mencoba dan terlibat langsung sebuah aktivitas. Oleh karena itu, paket wisata batik yang menarik bukan hanya aktivitas melihat atau berbelanja, tetapi, juga membatik, mengenal filosofi motif, mengunjungi sentra perajin, dan menggabungkannya dengan destinasi budaya dan kuliner daerah.

"Anggota ASITA di berbagai daerah dapat mengembangkan paket sesuai potensi lokal masing-masing," ujar Rusmiati.

Daerah yang dia rekomendasikan untuk mengajak wisatawan yang ingin mengenal batik antara lain Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Lasem, dan beberapa daerah di Jawa Timur serta Sumatera, termasuk Sumatera Selatan dengan kekayaan kain tradisional dan motif khasnya.