NADIKABAR.COM — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan dan asuransi bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) Medan.

Kegiatan itu mengangkat tema “Financial Survival Kit: Pentingnya Proteksi Bagi Gen Z” dan difokuskan pada pemahaman pengelolaan keuangan serta perlindungan finansial bagi generasi muda.

Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan edukasi tersebut dilakukan di tengah masih lebarnya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi asuransi di Indonesia.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi asuransi turun menjadi 42,84 persen dari 45,45 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat inklusi asuransi tercatat sebesar 29,55 persen.

“Pemahaman masyarakat terhadap keuangan secara umum meningkat, tetapi terhadap asuransi justru mundur. Ini bukan angka yang bisa kita biarkan, apalagi bagi generasi muda yang akan menjadi tulang punggung ekonomi dalam 5 sampai 10 tahun ke depan," ujar Mahelan.

Ia mengatakan generasi muda menghadapi tantangan karena tingginya akses terhadap layanan keuangan digital belum selalu diikuti kemampuan mengelola risiko keuangan.

Dalam kegiatan tersebut, Askrindo juga memperkenalkan empat tahapan pengelolaan keuangan, yakni menghasilkan pendapatan, mengelola keuangan, melindungi dari risiko, dan mengembangkan aset.

Menurut Mahelan, aspek perlindungan menjadi salah satu bagian yang masih sering terlewat dalam perencanaan keuangan generasi muda.

“Penghasilan besar bukan jaminan aman secara finansial. Sepertiga orang berpenghasilan tinggi tetap mengalami stres finansial. Yang membedakan mereka yang bertahan adalah kesiapan, bukan sekadar kemampuan,” katanya.

Adapun kegiatan di FEB USU merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi Askrindo sepanjang 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya pada penjaminan dan asuransi, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat terhadap perlindungan finansial.