Kerja sama itu dilandasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun sebesar 4,78 persen pada 2025.
BPS juga mencatat struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah Sarolangun didominasi oleh sektor-sektor penopang utama, seperti sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (khususnya komoditas kelapa sawit dan karet), serta sektor konstruksi dan perdagangan.
Oleh sebab itu, kata Mahelan, integrasi proteksi asuransi umum Askrindo akan difokuskan untuk memperkuat daya saing dan resiliensi sektor-sektor strategis, seperti UMKM, pertanian, konstruksi dan perdagangan.
Proteksi dan kemudahan akses penjaminan kredit itu diharapkan dapat mendorong petani komoditas unggulan serta pelaku usaha mikro lebih berdaya saing dan tahan terhadap fluktuasi modal.