NADIKABAR.COM β€” Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk, memanfaatkan sekitar 8,01 juta normal meter kubik (Nm3) biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit melalui tiga fasilitas penangkapan metana di Riau hingga semester I 2026.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan teknologi penangkapan metana (methane capture) digunakan untuk mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi biogas yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.

β€œJadi intinya adalah mentransformasi atau mengubah emisi itu menjadi sumber energi terbarukan,” kata Tingning dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Tiga fasilitas penangkapan metana tersebut beroperasi di PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations, dan PT Kimia Tirta Utama yang berada di Provinsi Riau.

Hingga semester I 2026, pemanfaatan biogas dari ketiga fasilitas itu mencapai sekitar 8,01 juta Nm3 dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 39.573 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

β€œDengan methane capture ini kita punya dua manfaat, kita bisa menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi energinya juga,” ujar Tingning.

Dalam prosesnya, POME yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit dialirkan ke fasilitas biogas untuk menangkap gas metana.

Gas tersebut selanjutnya dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi dalam kegiatan operasional pabrik.