Selain pembangunan infrastruktur, Syaifuddin juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan merawat saluran drainase. Sebab, sedimentasi yang menumpuk bisa mengurangi kapasitas saluran meski ukurannya sudah diperbesar.

Menurut Syaifuddin, persoalan sedimentasi tidak boleh hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam pemeliharaan drainase di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kombinasi pembangunan sumur resapan, bozem kecil, penyempurnaan drainase, serta partisipasi masyarakat dapat menjadi bagian dari program berkelanjutan Pemkot Surabaya dalam mengatasi persoalan genangan.

Dengan begitu, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada pembenahan saluran utama, tetapi juga dimulai dari kawasan permukiman sebagai titik awal pengendalian limpasan air hujan