Pasalnya, fenomena kemarau panjang tahun ini dampaknya kian meluas. Krisis air bersih mulai mencekik sejumlah kawasan pemukiman warga, sementara titik api di area hutan dan lahan terus bertambah.

Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian masyarakat, tetapi juga mengancam kesehatan akibat pekatnya kabut asap dari karhutla.

Atas dasar itulah, Kiai Cholil mendorong para pengurus masjid, lembaga keagamaan, hingga tokoh masyarakat lokal khususnya di daerah yang terdampak untuk segera berkoordinasi dan menggelar salat Istisqa' secara berjamaah di area terbuka.