"Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos. Kita ingin dari hulu sampai hilirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas Taj Yasin.
Pada sektor kesehatan, Taj Yasin menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut. Ia meminta seluruh kader dan petugas kesehatan memastikan asupan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh anak secara berkelanjutan sejak masa kehamilan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab menjelaskan bahwa Program Desa Dampingan saat ini mencakup 61 desa di 16 kabupaten. Pelaksanaan program secara aktif telah melibatkan 48 OPD di tingkat provinsi.
Khusus di Desa Gemantar, ke-19 bentuk intervensi yang disalurkan mencakup bantuan gizi untuk 59 balita stunting selama tiga bulan dan pemberian 13 kacamata bagi anak sekolah. Selain itu, terdapat kucuran bantuan dua KUBE dengan modal masing-masing Rp 20 juta, perbaikan enam unit rumah tidak layak huni atau RTLH senilai Rp 16 juta per unit, hingga pemasangan listrik bagi tujuh warga.