“Kami menerapkan inovasi dan teknologi sebagai langkah strategis perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, serta mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan, khususnya WK Sanga Sanga,” ungkapnya.
Teddy menjelaskan bahwa secara sederhana, surface desander berfungsi memisahkan pasir dari aliran produksi dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Partikel pasir yang lebih berat dipisahkan dan dikumpulkan, sementara fluida produksi melanjutkan alirannya. Pasir yang terkumpul kemudian dipindahkan secara berkala untuk dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada Sumur N-317L, menurut Teddy, pasir yang terbawa bersama aliran produksi membatasi optimalisasi produksi. Meskipun telah menggunakan perangkat penyaring pasir, masih terdapat pasir yang mencapai permukaan sehingga produksi pasir harus dikelola agar tidak memengaruhi aliran produksi.