Dalam kompetisi tersebut, para atlet juga dituntut beradaptasi dengan kuda yang disediakan panitia melalui sistem undian atau borrowed horse.

Dinov mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun chemistry dengan Ucaral de Beaujour, kuda yang menjadi tunggangannya selama pertandingan.

"Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya," kata Dinov.

Terkait cuaca panas di Dakar, Dinov mengatakan kondisi tersebut tidak menjadi kendala berarti karena dirinya terbiasa menjalani latihan di luar ruangan.

"Karena saya sudah sering berolahraga di luar ruangan, menurut saya cuacanya tidak terlalu berbeda. Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika," tambahnya.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk YOG Dakar 2026 Ita Yuliati mengapresiasi kontribusi Dinov dalam keberhasilan Tim Asia meraih emas Continental Team FEI.

Menurut Ita, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus menambah kepercayaan diri Dinov menjelang final nomor individu.