NADIKABAR.COM — Pihak RS Primaya Semarang memberi penjelasan terkait meninggalnya Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata. Pihak rumah sakit menjelaskan kondisi awal Rivana sejak tiba hingga akhirnya meninggal dunia.
"Kami belum bisa memastikan (penyebab kematian) karena ini, karena itu. Mengingat penyebabnya itu ada beberapa faktor, baik itu faktor yang bisa kita duga ataupun yang tidak bisa diduga," kata Direktur RS Primaya Semarang, dr Aditya Nugraha saat ditemui di tempat kerjanya, dilansir NadiKabar, Kamis (29/10/2026).
Aditya menjelaskan Rivana tiba di RS Primaya pada Senin (26/10). Ayudiah datang dengan kondisi patah tulang pada jari tengah dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.
"Kami menerima pasien melalui IGD. Kemudian dilakukan operasi itu hari Selasa (27/10). Setelah operasi kondisi pasien baik-baik saja, sudah sadar penuh, kemudian kembali ke ruangan," tuturnya.
Operasi disebut berjalan lancar. Aditya menyebut operasi yang dilakukan terhadap Rivana bukan termasuk operasi besar.
"Operasi selesai sekitar jam 20.00 WIB malam, kita pun masih masuk ke ruangan pasien jam 23.00 WIB, kemudian memberikan obat. Obatnya pun masih sama dengan obat yang diberikan sebelumnya," jelasnya.
Petugas medis kembali memeriksa almarhumah sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Rivana juga disebut masih bernapas dalam posisi tertidur. Namun sekitar pukul 05.30 WIB saat petugas hendak membangunkan, Rivana tak menunjukkan tanda kehidupan.
"Kemudian saat kami bangunkan jam 05.30 WIB itu pasien sudah tidak ada (meninggal). Ada keluarganya juga yang menunggu di dalam, sehingga kami tanyakan ke pihak keluarga karena posisinya sama-sama sedang tertidur," jelasnya.