"Hasil pengamatan dan observasi kita serta diskusi dengan tim teknis Australia, di wilayah Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api," kata Kristomei seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/11).

Kristomei menyebut pesawat Hercules C-130 memiliki kapasitas angkut air hingga 15 ribu liter dalam sekali operasi. Dengan kemampuan tersebut, armada itu ditargetkan mampu mendukung pemadaman dalam jumlah besar setiap harinya.

"Jadi sehari itu bisa sampai 100.000 liter nanti kita untuk dropping di memang wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing atau untuk pemadaman apinya," ujarnya.

BNPB bersama tim New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) Australia telah melakukan pembahasan teknis untuk menentukan wilayah prioritas pemadaman.