NADIKABAR.COM — Australia telah meluncurkan platform data nasional untuk mempercepat penemuan penanda risiko baru untuk serangan jantung dan stroke.

Australian Cardiovascular Disease Data Commons merupakan platform penelitian berbasis komputasi awan (cloud) yang menghubungkan berbagai kohort kesehatan utama serta platform analisis di Australia, dengan rencana penambahan lebih banyak kumpulan data nasional maupun internasional di masa mendatang, demikian menurut pernyataan Institut Jantung dan Diabetes Baker Australia yang dirilis pada Senin (5/10).

Institut tersebut menggambarkan platform ini sebagai "salah satu rencana paling ambisius untuk memanfaatkan data penyakit kardiovaskular secara global serta mempercepat penelitian dan penerapan klinisnya." Profesor Peter Meikle dari institut tersebut mengatakan proyek ini mempertemukan kohort-kohort besar yang memiliki data genomik, metabolomik, dan proteomik, serta sampel-sampel darah yang tersimpan, untuk memvalidasi penanda-penanda risiko yang sudah ada dan menemukan penanda baru. Meikle mengatakan platform tersebut akan membantu para peneliti dalam mengevaluasi seberapa efektif skor risiko poligenik bagi populasi Australia serta dalam mengembangkan alat terpadu pertama antara risiko lipidomik dan genetik untuk mendeteksi penyakit arteri koroner, yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Menurut institut tersebut, hingga 27 persen pasien serangan jantung tidak memiliki faktor risiko yang telah dikenal, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau kebiasaan merokok, ketika mereka memeriksakan diri ke dokter umum. Selesai