NADIKABAR.COM — Lensa kontak (softlens) memang praktis dan menunjang penampilan sehari-hari. Namun, ketika beraktivitas di lingkungan yang tinggi paparan debu atau saat bersih-bersih abu vulkanik, pengguna softlens menghadapi risiko kerusakan mata lebih tinggi dibandingkan orang berkacamata.
Bagaimana mekanisme bahaya debu di balik softlens dan kapan waktu yang tepat untuk melepasnya?
Bentuk abu vulkanik maupun debu jalanan yang mikroskopis memiliki tekstur kasar dan tajam. Ketika debu berterbangan di udara, partikel halus tersebut sangat mudah masuk dan terselip di bawah celah lensa kontak yang menempel pada kornea.
Gesekan tim redaksi partikel tajam yang terperangkap dengan gerakan softlens di atas kornea dapat menggores lapisan mata, memicu luka, hingga menyebabkan infeksi bakteri.
Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K) memperingatkan adanya risiko penumpukan debu di balik pemakaian softlens.
"Softlens itu memungkinkan lensa kontak untuk nempel ke daerah kornea. Tapi partikel yang sangat kecil itu dia bisa selip di bawah lensa kontaknya. Jadi, kita harus lepas dulu saja lensa kontaknya. Gitu," kata dr Rini saat ditemui NadiKabar.com, Rabu (9/9/2026).