"Terus tapi yang di DM ada, Mozza berulang kali disuruh main ke kosnya. Tapi Mozza sudah menolak. Hampir dua, hampir tiga kali Mozza disuruh ke kos, tapi Mozza menolak karena pada waktu itu Mozza sedang menyiapkan ujian di Undip," terang Singgih.
Setelah ujian masuk universitas rampung, Mozza akhirnya mengiyakan ajakan bertemu di kos Very pada 25 Juni 2025. Nahas, pertemuan itu justru berakhir tragis bagi Mozza.
"Terus tanggal 25 itu mungkin kebetulan Mozza sudah selesai ini ujiannya, makanya dia mengiyakan mau main lagi ke sana dan malah yang terjadi seperti itu (dibunuh)," ungkap Singgih.
Singgih mengaku tidak mengenali siapa pria pembunuh putrinya. Hingga kini, dia pun tidak pernah bertemu dengan pria itu dan hanya ditunjukkan fotonya oleh polisi.
"Saya belum kenal sama sekali dari awal siapa beliau, kenal juga tidak. Karena kalau menurut informasi yang saya dapat dari media itu mereka baru bertemu satu bulan," ucap Singgih.
"Waktu habis dari RS Bhayangkara, saya ke Polrestabes tapi hanya untuk bikin laporan. Saya tidak ketemu dengan pelaku, hanya ditunjukkan fotonya saja," imbuhnya.