Tafsir Ringkas: Ilmu Allah SWT itu tiada batasnya, termasuk tentang keseimbangan apa yang ada di bumi untuk menopang kehidupan. Semua makhluk ciptaan-Nya sangat Allah kasihi, mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Allah SWT ciptakan manusia berpasangan, baik dalam jenis kelamin, sifat, dan sikapnya. Yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan rahasia-Nya yang terbaik untuk kita jalani di dunia.

لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Latin: Lasy-syamsu yambaghi laha an tudrikal-qamara wa lal-lailu sabiqun-nahar, wa kullun fi falakiy yasbahun.

Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Tafsir Ringkas: Ayat ini memberikan pelajaran tentang keteraturan hukum alam (sunnatullah). Alam yang begitu besarnya saja diatur tanpa pernah bertabrakan, begitu pun dengan ketetapan untuk manusia. Hendaklah manusia bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa, kemudian memasrahkan diri dan bertawakal kepada Allah SWT. Tidak akan ada rezeki yang tertukar dan terhambat jika Allah SWT sudah menghendaki.

سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Latin: Salamun qaulam mir rabbir rahim.

Artinya: "(Kepada mereka dikatakan), 'Salam sejahtera' sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

Tafsir Ringkas: Ayat ini merupakan puncak nikmat bagi seorang hamba yang beriman. Bukan hanya fasilitas surga, melainkan sapaan penuh penghormatan langsung dari Allah SWT yang Maha Penyayang. Salam ini bermakna keselamatan, kesejahteraan, dan perlindungan. Maka dari itu, ayat ini juga menjadi salah satu amalan yang sering dibaca sebagai doa memohon kedamaian jiwa dan meminta kasih sayang Allah SWT.