"Keberanian mereka (para pahlawan perang) mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk membangun masa depan yang damai, aman, dan sejahtera bagi anak-anak kita," tuturnya.
Dubes Ramil pun berharap aksi berbagi dengan anak-anak tersebut dapat menjadi sarana penguat hubungan antarmasyarakat (people-to-people) antara Azerbaijan dan Indonesia.
Hadiah yang diberikan bagi penghuni panti asuhan berusia 6-25 tahun itu pun bermacam-macam, mulai dari mainan, botol minum, hingga perlengkapan perawatan diri, menyesuaikan dengan umur penerima.
"Kami sangat senang berada di sini bersama Anda dan kami telah membawa beberapa hadiah kecil untuk Anda. Kami berharap kalian menikmatinya dan mengenang hari ini sebagai jembatan kecil persahabatan antara Azerbaijan dan Indonesia," imbuhnya.