NADIKABAR.COM — Al-Azhar Al-Sharif, yang biasa dikenal sebagai Al-Azhar Kairo, mengecam keras aksi perobekan Al-Qur'an yang dilakukan ekstremis sayap kanan Amerika Serikat, Jake Lang, di sebuah gereja di Harlem, New York.
Dilansir dari Roya News, Jake Lang dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang islamofobik. Tindakannya merobek kitab suci Al-Qur'an merupakan aksi anti-Islam terbarunya. Lang bahkan menyebut kitab suci umat Islam sebagai 'buku yang diterjemahkan oleh setan lewat panglima perang'.
Dia menuntut muslim keluar dari kotanya sambil menggunakan kata-kata kasar yang berisi hinaan rasial dalam pidatonya. Sebagian orang di dalam gereja bersorak mendukung tindakan Lang, namun kelompok hak-hak sipil dan para pengkritik mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kebencian dan islamofobia.
Menyusul berita tersebut, Al-Azhar sebagai institusi Islam Sunni terkemuka di dunia menilai tindakan Lang merupakan bentuk ekstremisme, terorisme, sekaligus provokasi yang disengaja terhadap umat Islam. Menurut pernyataan yang dikutip dari situs Ahram, pihak Al-Azhar menegaskan penghinaan terhadap simbol keagamaan tidak bisa dibenarkan dengan alasan kebebasan berekspresi.
"Tidak ada kebebasan untuk melanggar kesucian pihak lain atau menghina keyakinan dan simbol-simbol keagamaan mereka," tulis pernyataan yang juga dibagikan dalam akun Facebook Al-Azhar Al-Sharif.