Ternyata, ayat yang diajarkan Nabi Khidir AS kepada pedagang itu adalah ayat kedua dan ketiga dari Al-Qur'an Surah At-Talaq yang kemudian dinamai ayat seribu dinar.
Terdapat cara khusus untuk mengamalkan ayat seribu dinar, berikut uraiannya.
Pertama, membaca Surah Al-Fatihah pada malam pertama di setiap bulan Hijriah sebanyak 1000 kali.
Kemudian dilanjutkan dengan bacaan ayat berikut ini:
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا انْزِلُ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَأَخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ .
Arab-latin: Qala 'Isabnu maryamal-lahumma rabbana anzil 'alayna ma'idatam minas-sama'i takunu lana 'idal li-awwalina wa akhirina wa ayatam minka warzuqna wa anta khayrur-raziqin.
Artinya: "Isa putera Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah rezeki kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama." (QS. Al-Maidah: 114)